rona pagi sinari hari
silaukan kilau sang mentari
tatapan kosong awali hari
terlalu lama tuk menunggu
waktu berputar serasa kaku
sensasi getir sebelum bertemu
"jangan berharap lebih dariku"
aku pun ternganga mendengarnya
ketika ku utarakan seadanya
"tinggalkan aku bila itu maumu"
terasa perih dalam dada
tapi kulihat air matanya
tersentak aku pun jadinya
hatiku pun teriakkan 'MENGAPA?"
kau pun berpaling menjauh
menahan emo yg kurasa
kutanyakan lembut padanya
'mengapa?'
sambil terisak dia berkata:
aku takut !
takut kau menjauh pergi
takut kau tak cintai lagi
takut kau tak sayang lagi
aku pun tersenyum kecut
'TAKUT!?'
YA! takut
takut itu terjadi lagi
takut merana patah hati
yang kubutuhkan cintamu
yang kubutuhkan simpatimu
apa kau bisa mengerti?
tapi?
aku takut
ARRRRGGGHHH
silaukan kilau sang mentari
tatapan kosong awali hari
terlalu lama tuk menunggu
waktu berputar serasa kaku
sensasi getir sebelum bertemu
"jangan berharap lebih dariku"
aku pun ternganga mendengarnya
ketika ku utarakan seadanya
"tinggalkan aku bila itu maumu"
terasa perih dalam dada
tapi kulihat air matanya
tersentak aku pun jadinya
hatiku pun teriakkan 'MENGAPA?"
kau pun berpaling menjauh
menahan emo yg kurasa
kutanyakan lembut padanya
'mengapa?'
sambil terisak dia berkata:
aku takut !
takut kau menjauh pergi
takut kau tak cintai lagi
takut kau tak sayang lagi
aku pun tersenyum kecut
'TAKUT!?'
YA! takut
takut itu terjadi lagi
takut merana patah hati
yang kubutuhkan cintamu
yang kubutuhkan simpatimu
apa kau bisa mengerti?
tapi?
aku takut
ARRRRGGGHHH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar